BANYAK yang berpandangan bila perut merasa sangat mual lebih baik dimuntahkan saja supaya merasa lebih baik. Namun, pandangan tersebut dari segi medis ternyata tidak sepenuhnya benar karena muntah yang dipaksakan justru dapat melukai dan merusak kerongkongan.
“Muntah itu kalau bisa dihindari, tapi kalu tidak bisa ditahan, yah sudah. Tapi jangan sampai dipaksakan untuk muntah kalau merasa mual,” ungkap ahli gastroenterologi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Dr. Ari Fahrial Syam SpPD, KGEH, MMB, dalam acara media seminar di Jakarta, Selasa (8/4).
Menurut penjelasan Dr. Ari, muntah dianggap tidak baik karena membawa cairan lambung yang seharusnya dibuang lewat saluran pencernaan bagian bawah dan bukannya keluar lewat saluran pencernaan atas.
“Cairan lambung itu harusnya turun ke bawah, bukan ke atas. Kalau muntah itu, cairan lambung dibuang lewat atas, hal ini dapat melukai kerongkongan,” jelasnya.
Jadi, Dokter Ari menganjurkan, jika merasa mual, lebih baik segera minum obat atau minum teh hangat daripada muntah. “Lebih baik berusaha minum obat atau minum teh hangat untuk mengurangi mual,” ujarnya.
Dr Ari menambahkan pula, selain menghindari muntah atau mengeluarkan makanan dan cairan lewat mulut, kebiasaan sendawa atau membuang gas lewat mulut juga sebaiknya dihindari karena sama-sama dapat merusak saluran kerongkongan. “Sendawa pun harus sebaiknya jangan dipaksakan karena itu berarti mengeluarkan udara tau gas dari dalam lambung. Bila berlebihan dapat menyebabkan perlukaan di saluran kerongkongan,” tandasnya.